what is when?

April 13, 2009

Interview tahap dua

Filed under: enrichment — rinitriani @ 8:44 pm

Siang ini aku datang ke kantor pusat nya yang terletak cukup jauh dari tempat tinggalku di Bandung untuk memenuhi panggilan interview pukul 11 siang.

Pukul 12 siang, setelah lewat jadwal interviewku selama satu jam lebih, seorang manajer yang sebelumnya pernah mewawancaraiku memintaku untuk menunggu satu jam lagi, karena mendadak mereka harus mengadakan rapat segera. “Rapat segera (?) setelah satu jam terminku terlewati? I was like…esmosi. Beliau mohon maaf dan mencoba menghibur dengan cara menyarankan supaya jalan-jalan terlebih dahulu selama satu jam (setelah menunggu selama satu jam ya..), dan juga menawarkan beberapa bahan bacaan majalah majalah yang dia ambil secara secara mendadak (mungkin dari kantor pribadinya).

Satu orang lagi peserta yang punya janji jam 1 pun datang. Dengan mencoba meyakinkan diri, saya bertanya, seberapa worthwhile kah menunggu. “interview nya akan berlangsung berapa lama?”. “Ga lama ko, cuma sekitar setengah jam”. Dua jam terlantar dan untuk setengah jam yang tampak tak berarti bagi mereka, batinku. Akhirnya mencoba menghibur diri sendiri dengan beramah tamah dengan nona satu lagi yang baru datang. Aku juga bukan dalam posisi yang menguntungkan, secara masih pelamar.

Kemudian tak lama berbincang bincang, para manajers pun berubah pikiran untuk memanggil kami segera ke ruang interview dan tidak membuat kami menunggu lebih lama lagi. Baiklah..semuanya tampak menjadi lebih baik.

self service mengambil sendiri air minum untuk diriku. kemudian saya dan nona satu lagi siap. Mereka berempat menanyakan apa itu marketing, apa itu fashion retail dan wholesaler, kemudian motivasi kerja, hingga menguji coba bahasa jerman saya. Baiklah.. kemudian beberapa studi kasus pun muncul dan diujikan pada kami, dan GM meminta kami menjawab secara berbarengan dengan memberikan solusi terbaik menurut pemikiran kami. This is bkin ilfil banget. “berbarengan???”. If he ever thinks that this is good strategy, I couldn’t help but disagree. I am so not into it.

Pertamanya, saya coba aturan aneh itu, and it sounds so stupid…karena jadi ribut sekali, dan sama sekali bukan karakter asli yg keluar. kemudian no no…I keep on my character to not obey ridiculuos rules. Jadi saya hanya menjawab jika saya siap dan suasana cukup tenang, unless.. just silent and watch. Dan mereka menuruti mau saya.

Everythings then goes alright. ga semua kasus terpikir oleh saya jalan keluarnya, karena kebanyakan hanya menuntut insting, sementara reasoning dari saya belum cukup kuat untuk suatu kasus karena minimnya pengalaman di lapangan. I am applying as a trainee I supposed. I am doing well dalam menggambar dan menceritakan hubungannya dengan leadership. Dan besok adalah tahap psikotest.

Jikalah pekerjaan ini memang buatku maka semua akan nyata adanya. I am ready for what is when..

1 Comment »

  1. Mungkin dalam rangkaian tes itu ada trick-trick dari mereka yaa…?

    Selamat menikmati test-nya yaa…
    Bermanuver dengan elegan… :)

    Comment by randompacking — April 14, 2009 @ 12:47 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.